SKRIPSI MANAJEMEN HUTAN

Skripsi merupakan karya tulis ilmiah yang merupakan sebagian persyaratan untuk memperoleh derajat kesarjanaan S-1. Skripsi disusun berdasarkan hasil penelitian di lapangan atau di laboratorium atau berupa perancangan sistem/alat untuk menyelesaikan suatu masalah. Penelitian dilakukan dengan menggunakan berbagai informasi dan metodologi dalam bidang ilmu yang melingkupinya.

Prosedur penyusunan skripsi diatur secara akademik dan administrasi sesuai panduan yang ada pada masing masing fakultas atau perguruan tinggi yang bersangkutan . Untuk konsultasi penyusunan skripsi sepenuhnya diserahkan kepada mahasiswa dengan dosen yang sesuai dengan keminatan studinya.

Dengan demikian mahasiswa pada saat berkonsultasi dengan dosen pembimbing sudah harus memahami apa yang akan dilakukan dalam penelitian. Untuk itu mahasiswa harus membaca berbagai literatur atau skripsi sebagai bahan referensi dalam penyusunan proposal atau skripsi.

Judul skripsi di bawah ini merupakan sebagaian dari data base skripsi yang ada. Saudara dapat memesan skripsi di bawan ini atau memesan skripsi berdasarkan tema yang akan diteliti dengan biaya hanya Rp 10.000 per judul, minimal 5 (lima) judul. Jika saudara mengalami kesulitan menentukan tema atau judul dapat mengirimkan email ke bambangredd@gmail.com.  Pesanan dikirimkan ke Ir. Bambang Winarto MM pada bank mandiri dengan nomor : 1020004445398. Pengiriman uang, misalnya Rp 50.000,- tolong ditambah dengan tiga angka terakhir dari nomor HP anda. Misalnya Saudara memesan judul skripsi 5 buah, maka Saudara mengirimkan uang sebesar Rp. 50.515,-. Untuk jalur cepat pemesanan dapat SMS ke 081316747515.

JUDUL SKRIPSI MANAJEMEN HUTAN

NO JUDUL
1. Analisis Gender Dalam Kegiatan Pengelolaan Hutan Rakyat Dan Kontribusi Hutan Rakyat Terhadap Pendapatan Rumah Tangga (Kasus Hutan Rakyat Di Desa Sukaresmi, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat)
2. Analisis Kelayakan Finansial Proyek Penanaman Kembali Kebun Sawit Sebagai Upaya Mengurangi Deforestasi
3. Analisis Motivasi Pemanenan Kayu Rakyat Berdasarkan Karakteristik Petani Hutan Rakyat (Studi Di Desa Padasari, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat)
4. Analisis Pendapatan Penyadap Getah Pinus Merkusii Jungh Et De Vriesedan Hubungannya Dengan Tingkat Partisipasi Masyarakat Dalam Kegiatan Penyadapan Getah Di Bkph Karangkobar Kph Banyumas Timur
5. Aplikasi Dan Evaluasi Citra Alos Palsar Resolusi 50 M Dan 12,5 M Untuk Identifikasi Tutupan Lahan (Studi Kasus Di Kabupaten Brebes, Cilacap, Banyumas Dan Ciamis)
6. Aplikasi Model Tangki Dan Metode Musle Dalam Analisis Neraca Air Dan Erosi Di Sub-Das Cikundul Kabupaten Cianjur
7. Deskripsi Dan Karakterisasi Tanah Hutan Gambut Bekas Terbakar Dan Yang Tidak Pernah Terbakar Di Hph Pt. Putraduta Indah Wood Mukhti Baehaqi
8. Dinamika Potensi Tegakan Dan Sistem Pengelolaan Hutan Rakyat Jati Di Kabupaten Jepara
9. Dinamika Sistem Pertambahan Nilai Kayu Jati Di Kph Banten Perum Perhutani Unit Iii Jawa Barat Dan Banten
10. Efektivitas Pengelolaan Hutan Kolaboratif Antara Masyarakat Dengan Perum Perhutani Kasus Phbm Di Kph Kuningan Dan Kph Majalengka Perum Perhutani Unit Iii Jawa Barat
11. Efisiensi Metode Unit Contoh Non Konvensional (Tree Sampling) Dan Konvensional (Circular Plot) Untuk Menduga Potensi Tegakan Mahoni (Swietenia Macrophylla King) Kelas Umur V Dan Keatas Di Rph Kadupandak Bkph Tanggeung Kph Cianjur Perum Perhutani Unit Iii Jawa Barat Dan Banten
12. Evaluasi Akurasi Klasifikasi Penutupan Lahan Menggunakan Citra Alos Palsar Resolusi Rendah Studi Kasus Di Pulau Kalimantan Studi Pemasaran Kayu Rakyat Di Kabupaten Sukabumi
13. Evaluasi Citra Quickbird Dan Spot 5 Dalam Menduga Potensi Tegakan Hutan Lahan Kering Dan Hutan Mangrove Di Kabupaten Nunukan Dan Berau Propinsi Kalimantan Timur
14. Evaluasi Manual Penafsiran Visual Citra Alos Palsar Dalam Mengidentifikasi Penutupan Lahan Menggunakan Citra Alos Palsar Resolusi 50 M
15. Evaluasi Perubahan Kelas Hutan Produktif Tegakan Jati (Tectona Grandis L.F.) Di Bagian Hutan Gombong Selatan Kph Kedu Selatan Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah
16. Evaluasi Perubahan Kelas Hutan Produktif Tegakan Jati (Tectona Grandis L.F.) Di Bagian Hutan Gombong Selatan Kph Kedu Selatan Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah
17. Identifikasi Hutan Lahan Basah Menggunakan Citra Alos Palsar Di Kalimantan Selatan
18. Identifikasi Kejadian Longsor Dan Penentuan Faktor-Faktor Utama Penyebabnya Di Kecamatan Babakan Madang Kabupaten Bogor
19. Kajian Citra Alos Palsar Resolusi Rendah Untuk Klasifikasi Tutupan Hutan Dan Lahan Skala Regional Pulau Jawa
20. Kajian Kelestarian Produksi Kayu Jati (Tectona Grandis Linn.F) Kph Cepu Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah
21. Kajian Konflik Lahan Di Kawasan Taman Nasional Gunung Leuser (Studi Kasus Desa Lawe Mamas Dan Desa Jambur Lak-Lak Stpn Wilayah Iv Badar Bptn Wilayah Ii Kutacane, Aceh Tenggara)
22. Kajian Konflik Lahan Di Kawasan Taman Nasional Gunung Leuser (Studi Kasus Desa Lawe Mamas Dan Desa Jambur Lak-Lak Stpn Wilayah Iv Badar Bptn Wilayah Ii Kutacane, Aceh Tenggara)
23. Kajian Persepsi Masyarakat Untuk Perencanaan Tata Ruang Berbasis Daerah Aliran Sungai (Studi Kasus Das Ciliwung Bagian Hulu Di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor)
24. Karakteristik Biometrik Pohon Rhizophora Apiculata Blume Di Iuphhk-Ha Pt. Bintuni Utama Murni Wood Industries, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat
25. Karakteristik Biometrik Pohon Shorea Leprosula Miq. (Studi Kasus Pada Hutan Tanaman Haurbentes, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor)
26. Karakteristik Usaha Gaharu Alam (Aquilaria Malaccensis) Di Provinsi Bengkulu (Studi Kasus Di Kabupaten Bengkulu Selatan, Kabupaten Kaur, Dan Kabupaten Seluma)
27. Kecenderungan Produksi Perusahaanperusahaan Pembudidaya Sengon (Paraserianthes Falcataria (L) Nielsen) Sepuluh Tahun Yang Akan Datang
28. Kelayakan Usaha Kapulaga (Amomum Cardamomum) Di Desa Sedayu Kecamatan Loano Kabupaten Purworejo, Wilayah Kph Kedu Selatan Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah
29. Keragaan Usaha Industri Pengolahan Kayu Rakyat Di Kabupaten Cianjur (Studi Kasus Di Kecamatan Cibinong Dan Kecamatan Tanggeung)
30. Keragaman Struktur Tegakan Hutan Alam Tanah Kering Bekas Tebangan Di Kalimantan
31. Kinerja Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu-Hutan Alam Dalam Pelaksanaan Pemanenan Hutan Ramah Lingkungan : Studi Kasus Di Pt. Austral Byna, Kalimantan Tengah.
32. Komposisi Dan Struktur Tegakan Pada Areal Bekas Tebangan Tebang Pilih Tanam Indonesia Intensif (Tptii) (Studi Kasus Di Iupkhh Pt. Suka Jaya Makmur, Kalimantan Barat)
33. Kontribusi Pengelolaan Sumberdaya Hutan Bersama Masyarakat (Phbm) Terhadap Pendapatan Total Penggarap Studi Kasus Di Desa Sukasari Kecamatan Pulosari Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten (Rph Mandalawangi Bkph Pandeglang Kph Banten )
34. Kontribusi Sektor Kehutanan Terhadap Pendapatan Daerah Kabupaten Ciamis Evaluasi Perubahan Kelas Hutan Produktif Tegakan Jati (Tectona Grandis L.F.) Di Kph Cepu Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah
35. Model Dan Skenario Pengelolaan Hutan Sengon (Paraserianthes Falcataria (L.) Nielsen) Skala Kecil Di Desa Pasir Ipis, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi
36. Model Distribusi Pertumbuhan Diameter Tanaman Meranti Pada Sistem Silvikultur Tebang Pilih Tanam Jalur (Studi Kasus Di Iuphhk Pt. Erna Djuliawati. Kalimantan Tengah)
37. Model Persamaan Alometrik Massa Karbon Akar Dan Root To Shoot Ratio Biomassa Dan Massa Karbon Pohon Mangium (Acacia Mangium Wild) (Studi Kasus Di Bkph Parung Panjang, Kph Bogor, Perum Perhutani Unit Iii, Jawa Barat Dan Banten)
38. Model Pertumbuhan Rata-Rata Diameter, Rata-Rata Tinggi Dan Volume Tegakan Acacia Mangium Willd. (Studi Kasus Pt. Sumalindo Hutani Jaya Ii, Kalimantan Timur)
39. Model Rantai Nilai Kayu Jati (Tectona Grandis L.F) Di Kesatuan Pemangkuan Hutan Bojonegoro Perum Perhutani Unit Ii Jawa Timur
40. Model Struktur Tegakan Pasca Penebangan Dengan Sistem Silvikultur Tebang Pilih Tanam Jalur (Studi Kasus Di Pt. Erna Djuliawati, Kalimantan Tengah)
41. Partisipasi Masyarakat Dalam Program Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan Dan Lahan (Gn-Rhl) : Kasus Di Desa Sirnagalih Dan Pamalayan, Kecamatan Bayongbong Serta Desa Margaluyu Dan Ciburial, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut
42. Pemanfaatan Limbah Penebangan Menjadi Arang Untuk Media Tanam (Studi Kasus Di Pt.Austral Byna, Provinsi Kalimantan Tengah)
43. Pendugaan Biomassa Atas Permukaan Pada Tegakan Pinus (Pinus Merkusii Jungh Et De Vriese) Menggunakan Citra Alos Palsar Resolusi Spasial 50 M Dan 12,5 M (Studi Kasus Di Kph Banyumas Barat)
44. Pendugaan Neraca Air, Erosi, Dan Sedimentasi Menggunakan Aplikasi Tank Model Dan Metode Musle Di Sub Das Cilebak Kabupaten Bandung Persepsi Dan Partisipasi Masyarakat Terhadap Kegiatan Corporate Social Responsibility (Csr) Oleh Pt. Wirakarya Sakti Dalam Penguatan Ekonomi Lokal
45. Pendugaan Potensi Serapan Karbon Pada Tegakan Pinus Di Kph Cianjur Perum Perhutani Unit Iii Jawa Barat Dan Banten
46. Pendugaan Potensi Tegakan Hutan Pinus (Pinus Merkusii) Di Hutan Pendidikan Gunung Walat, Sukabumi, Dengan Metoda Stratified Systematic Sampling With Random Start Menggunakan Unit Contoh Lingkaran Konvensional Dan Tree Sampling
47. Pendugaan Simpanan Karbon Di Atas Permukaan Lahan Pada Tegakan Eukaliptus (Eucalyptus Sp) Di Sektor Habinsaran Pt Toba Pulp Lestari Tbk
48. Pendugaan Simpanan Karbon Di Atas Permukaan Tanah Pada Tegakan Pinus (Pinus Merkusii Jungh Et De Vriese ) Di Rph Leuwiliang Bkph Leuwiliang Kph Bogor Perum Perhutani Unit Iii Jawa Barat Dan Banten
49. Penerapan Sistem Informasi Geografis Dalam Pemetaan Daerah Rawan Longsor Di Kabupaten Bogor
50. Pengaruh Kadar Air Awal, Wadah Dan Periode Simpan Terhadap Viabilitas Benih Suren (Toona Sureni Merr)
51. Pengaruh Perdagangan Bebas Asean – China (Acfta) Terhadap Pemasaran Mebel Di Kota Bogor
52. Pengaruh Periode Pembaharuan Luka Terhadap Produktivitas Dan Kualitas Penyadapan Kopal Di Hutan Pendidikan Gunung Walat
53. Pengembangan Kegiatan Pembinaan Masyarakat Desa Hutan (Pmdh) Di Pt. Ratah Timber, Kalimantan Timur
54. Pengembangan Kegiatan Pembinaan Masyarakat Desa Hutan (Pmdh)Di Pt. Ratah Timber, Kalimantan Timur
55. Pengetahuan Masyarakat Dalam Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (Phbm) (Kasus Di Desa Bojong Koneng Dan Karang Tengah, Kecamatan Babakan Madang, Bogor, Jawa Barat)
56. Pengujian Ketelitian Penggunaan Tabel Tegakan Wolf Von Wulfing Di Kph Cianjur Perum Perhutani Unit III
57. Penyusunan Dan Validasi Persamaan Tabel Volume Lokal Pohon Meranti (Shorea Spp.) Di Areal Pt. Intaracawood Manufacturing, Kalimantan Timur.
58. Penyusunan Tabel Volume Jati (Tectona Grandis, Linn.F) Menggunakan Citra Satelit Resolusi Tinggi Di Kph Jatirogo, Perum Perhutani Unit Ii Jawa Timur
59. Penyusunan Tabel Volume Sortimen Jati (Tectona Grandis L. F.) Di Kph Pemalang Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah
60. Peran Perempuan Dalam Kegiatan Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (Studi Kasus Rph Tanjungkerta Bkph Tampomas Kph Sumedang Perum Perhutani Unit Iii Jawa Barat Dan Banten)
61. Peran Usaha Hutan Rakyat Dalam Perekonomian Rumah Tangga Di Desa Legokhuni, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Purwakarta, Propinsi Jawa Barat
62. Perbandingan Terhadap Persepsi Masyarakat Hutan Rakyat Berbasis Karet Kebun Kelapa Sawit
63. Persepsi Dan Perilaku Masyarakat Dalam Pengelolaan Ekosistem Sub Daerah Aliran Sungai (Das) Cikundul (Kasus Di Desa Sukaresmi, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat)
64. Potensi Tegakan Hutan Rakyat Jati Dan Mahoni Yang Tersertifikasi Untuk Perdagangan Karbon Studi Kasus Di Desa Selopuro, Kecamatan Baturetno,Bkabupaten Wonogiri
65. Rencana Kelola Sosial Dalam Rangka Pembinaan Masyarakat Desa Hutan (Pmdh) Pada Kawasan Hutan Tanaman Industri Pt. Nityasa Idola Di Propinsi Kalimantan Barat
66. Sistem Pengelolaan Hutan Rakyat Jenis Sengon (Paraserianthes Falcataria (L) Nielsen) Di Desa Burat, Kecamatan Kepil, Kabupaten Wonosobo, Provinsi Jawa Tengah
67. Studi Pemanfaatan Citra Ikonos Dalam Penyusunan Model Pengaturan Hasil Hutan Di Kesatuan Pemangkuan Hutan Jatirogo Perum Perhutani Unit Ii Jawa Timur
68. Studi Pengaturan Hasil Dalam Pengelolaan Hutan Rakyat Di Kabupaten Jepara
69. Suksesi Vegetasi Di Gunung Papandayan Pasca Letusan Tahun 2002 Studi Permintaan Manfaat Rekreasi Di Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Bogor/LIPI.
70. Tingkat Serangan Hama Pada Sistem Agroforestry Berbasis Kopi (Studi Kasus Di Kecamatan Sumberjaya, Kabupaten Lampung Barat, Propinsi Lampung)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: